Bukalapak mendapatkan Laba bersih sebesar RP 3,6T

Bukalapak mendapatkan Laba bersih sebesar RP 3,6T

Bukalapak mendapatkan Laba bersih sebesar RP 3,6T

bukalapak

PT Bukalapak .com Tbk (BUKA) terus menunjukkan pertumbuhan positif di tahun ini. Total nilai pengolahan (TPV) pada kuartal III 2022 meningkat 32% menjadi Rp 41,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan TPV juga datang dari sisi mitra. Pada kuartal ketiga 2022, TPV Mitra meningkat 23% year-on-year menjadi Rp 19,7 triliun.

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, TPV Mitra meningkat 37% year-on-year menjadi Rp 54,7 triliun.

“Pertumbuhan mitra ini karena semakin banyaknya produk dan layanan yang ditawarkan Bukalapak kepada mitra.

Jumlah mitra terdaftar mencapai 15,2 juta per September 2022, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021,” kata perusahaan. sekretaris Teddy Oetomo pada Senin (31 Oktober 2022).

Pendapatan Bukalapak untuk kuartal ketiga 2022 naik 86% year-on-year menjadi Rp 898 miliar.

Sementara pendapatan Bukalapak selama sembilan bulan 2022 naik 92 persen menjadi Rp 2.589 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Mitra pada kuartal III 2022 meningkat 131% menjadi Rp 477 miliar.

Sementara pendapatan Mitra selama sembilan bulan 2022 naik 191% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 1.446 miliar.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perusahaan meningkat dari 43% di kuartal III 2021 menjadi 53% di kuartal III 2022.

Setelah pertumbuhan pendapatan kuartalan yang konsisten, perusahaan fokus untuk menghasilkan pendapatan dengan biaya lebih rendah pada kuartal ketiga dan mencatat margin kontribusi positif untuk pertama kalinya.

“Pada kuartal III 2022, Bukalapak akan berupaya menekan biaya dan insentif serta terus mendorong pertumbuhan pendapatan,” kata Teddy.

Untuk periode sembilan bulan pada tahun 2022, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk insentif ekuitas) terhadap TPV meningkat menjadi 1,0% dari 1,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Tingkat kontribusi Bukalapak (dihitung sebagai laba kotor dikurangi biaya penjualan dan pemasaran ke TPV) menunjukkan peningkatan dari -0,1% di Q3 2021 menjadi 0,1% untuk TPV di Q3 2022.

Manajemen perusahaan melaporkan margin kontribusi positif untuk pertama kalinya di kuartal tersebut.

 

Kontribusi Bukalapak ke pasar TPV meningkat dari 0,2% di Q3 2021 menjadi 0,5% di Q3 2022.

Dan kontribusi mitra untuk TPV mitra meningkat dari -0,4% di Q3 2021 menjadi -0,3% di Q3 2022.

Bukalapak membukukan EBITDA minus Rp327 miliar di Q3 2022, dan rasio EBITDA terhadap TPV yang disesuaikan meningkat dari -1,1% di Q3 2021 menjadi -0,8% di Q3 2022.

Selain itu, Bukalapak membukukan laba usaha Rp 3.533 miliar pada September, bukan 2p22, naik 391% dari rugi usaha Rp 1.216 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh perolehan investasi mark-to-market di PT Allo Bank Tbk.

Alhasil, perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3.618 miliar pada sembilan bulan tahun 2022, meningkat 421% dari tahun sebelumnya.

rugi bersih. Tahun lalu Rp 1.128 miliar di periode yang sama,” jelas Teddy.

Meski perseroan telah membukukan laba bersih hingga September 2022, perseroan tetap fokus pada kinerja operasional perseroan.

Oleh karena itu, manajemen perusahaan terus menggunakan EBITDA yang Disesuaikan sebagai indikator kinerja perusahaan.

Dengan peningkatan efisiensi dan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki basis permodalan yang kuat dan posisi kas perusahaan, termasuk investasi saat ini seperti obligasi pemerintah dan reksa dana sebesar Rp 20,2 triliun per akhir September 2022.

Comments are closed.