Turkish Airlines mengalami delayed hingga WNI mabuk

Turkish Airlines mengalami delayed hingga WNI mabuk

Turkish Airlines mengalami delayed hingga WNI mabuk

turkish airlines

Lion Air Group telah mengakui bahwa penumpang yang membuat kebisingan pada Selasa (10 November) di penerbangan internasional Turkish Airlines dari Istanbul, Turki ke Jakarta, Indonesia, adalah karyawan.

“Penumpang laki-laki berinisial MJ (48) sebenarnya adalah karyawan Lion Air Group,” kata Departemen Strategi Komunikasi Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi, Rabu (10/12).

Perusahaan menegaskan bahwa penumpang yang bersangkutan tidak mampu melayani kepentingan profesional dan perusahaan, dalam hal yang bersangkutan melakukan perjalanan untuk kepentingan pribadi (liburan).

Da Nang melanjutkan, Lion Air Group sangat mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

“Terkait kejadian atau insiden yang terjadi, Lion Air Group menghormati pihak-pihak terkait dan pekerjaan yang telah dan sedang dilakukan oleh pihak-pihak terkait,

yang diharapkan dapat diselesaikan sesuai dengan pedoman regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Maskapai ini juga mendukung badan atau badan yang berwenang untuk menyelidiki dan menyelesaikan insiden.

“Lion Air Group tidak ikut campur di ranah privat. Soal tindakan yang dilakukan individu, itu tanggung jawab pribadi sebagai penumpang,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan meminta untuk tidak melibatkan grup Lion Air yang memiliki kecenderungan merugikan perusahaan.

“Lion Air Group sangat patuh terhadap aturan dan regulasi yang diberlakukan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan,” pungkasnya.

MJ turun di Bandara Kualanamu di Sumatera Utara setelah menyerang kru saat mabuk.

Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Penumpang Indonesia di pesawat Turkish Airlines mabuk dan kemudian menabrak awak kabin/pramugari pesawat Turkish Airlines saat pesawat masih di udara.”

 

Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa Turkish Airlines nomor penerbangan TK-56 dari Turki menuju

Jakarta melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu Sumatera Utara kemarin (10 November 2022) Selasa (11/10/2022) dengan alasan. oleh mabuk. penumpang.

“Informasi yang diberikan oleh pejabat Turkish Airlines di Bandara Sueta bahwa keterlambatan itu disebabkan oleh seorang penumpang Indonesia di pesawat Turkish Airlines yang mabuk

kemudian menabrak seorang awak Turkish Airlines saat pesawat masih di udara. personel,” kata kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Zurpan mengatakan insiden itu terjadi saat pesawat masih mengudara. Hal ini memicu kemarahan penumpang pesawat lain yang berinisial MJJB (47) terhadap penumpang yang mabuk.

Akibat kejadian tersebut, MJJB mengalami luka-luka hingga kru memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu agar MJJB dapat dirawat.

“Akibat gangguan di pesawat, pesawat Turkish Airlines mendaratkan WNI yang terluka di Bandara Kualanamu Medan,” kata Zurpan.

Setelah mendarat darurat, pesawat melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan masih mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Namun, menurut data manifes, ada satu penumpang yang berkurang.

Insiden itu juga menunda kedatangan pesawat Turkish Airlines yang dijadwalkan mendarat antara pukul 18:05 hingga 19:05 waktu Barat.

Waktu keberangkatan pesawat Turkish Airlines yang semula dijadwalkan pukul 21.05 WIB juga diundur menjadi pukul 22.05 WIB.

Pesawat Turkish Airlines kemudian langsung melanjutkan penerbangan ke Turki.

Zurpan mengatakan perwakilan Turkish Airlines di Jakarta akan terlebih dahulu melaporkan insiden tersebut secara internal sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Dia juga mengatakan polisi selalu siap menerima laporan dari maskapai. “Polisi Bandara Soekarno Hatta siap menerima laporan dari Turkish Airlines,” katanya.

Comments are closed.