Non-ASN bikin gempar honorer, ini tanggap Raden sutopo

Non-ASN bikin gempar honorer, ini tanggap Raden sutopo

Non-ASN bikin gempar honorer, ini tanggap Raden sutopo

non-asn

Pemerintah telah melakukan pendataan terhadap pegawai non-ASN. Namun, para pemenang yang memasukkan data tersebut sebenarnya sangat gugup.

Honor K2 dan non-K2 bahkan dikejutkan dengan hasil pendataan non-ASN. Diketahui, jumlah pegawai non-ASN yang masuk data sekitar 2,2 juta.

Salah satu penyebab kegemparan komunitas honorer atas hasil pendataan ini adalah usia karya tersebut baru lima tahun, padahal banyak yang sudah mengabdi puluhan tahun.

“Pendataan non-ASN tidak termasuk masa kerja honorer,” kata Raden Sutopo Yuwono, Ketua Forum Kehormatan Non Sekunder Indonesia (FHNK2I) DPP, kepada JPNN.com, Minggu (9/10).

Ia menyebutkan gelar non K2 dengan masa kerja rata-rata 15 tahun.

 

Anehnya, hanya 5 tahun ketika dataset non-ASN dibaca.

Ia mencontohkan Novi Kurnianingrum yang istrinya guru honorer selama 15 tahun, namun hanya tercatat 5 tahun 8 bulan.

“Akumulasi jam kerja seperti ini tidak tepat. Teman-teman guru honorer dan tenaga kependidikan (tendik) resah,” kata Sutopo.

Hal serupa juga terjadi pada K2 Kehormatan. Pengurus kehormatan K2 Ros, dari Nusa Tenggara Barat, juga khawatir masa jabatannya tidak dihitung.

Dia mengungkapkan, masa jabatannya hanya dihitung lima tahun enam bulan. Menurut Ros, dirinya dan rekan-rekannya hanya diminta mengunggah riwayat pekerjaan 5 tahun terakhir.

“Saya sudah menerima service order sejak 1999. Kami rela merobohkan gudang untuk mencari datanya, dan sebenarnya hanya butuh waktu lima tahun,” keluhnya.

Ros mengaku pernah bertanya kepada rekan di K2 tentang reputasinya. Ternyata nasib mereka sama, selama lebih dari 5 tahun. Selain itu, ada pernyataan tentang Honor K2.

“Semua remunerasi sepertinya sama, dengan masa kerja lima tahun beberapa bulan. Hanya Medali Kehormatan K2 yang beredar, dan ada nomor ujian CPNS 2013,” katanya.

Baik Sutopo maupun Ross berharap masa kerja tidak mempengaruhi kebijakan remunerasi ke depan. Jika pemerintah hanya mengakomodir 5 tahun, sisanya akan dibuang ke mana?

Ross menekankan bahwa penghargaan K2 layak mendapatkan kebijakan penegasan yang lebih besar, mengingatkannya pada setidaknya 15 tahun pengabdiannya.

penulis berharap agar semua pembaca artikel ini sehat selalu dan diberikan rezeki berlimpah

jangan lupa untuk selalu mendukung situs the tech don, agar admin dapat selalu mengupdate berita berita menarik yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat!

Comments are closed.