Ciwidey sudah kembali buka, simak daftar harga tiket masuknya disini!

Ciwidey sudah kembali buka, simak daftar harga tiket masuknya disini!

Ciwidey sudah kembali buka, simak daftar harga tiket masuknya disini!kawah putih ciwidey

Kawah Putih Ciwidey adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Bandung. Penumpang yang mau ke sini, tolong catat dulu harga tiketnya di sini, ya!

Kawah Putih Ciwidey Bandung kini menjadi tujuan wisata utama di Bandung Selatan. Secara administratif, Kawah Putih Ciwidey Bandung terletak di antara dua desa, yaitu Sugihmukti dan Alamendah.

Sebelum wisatawan mengunjungi destinasi yang indah ini, ada baiknya untuk melihat tarif berikut!

Berikut adalah harga tiket Kawah Putih Ciwidey Bandung

1. Wisatawan Kepulauan: Rp 28.000
2. Wisatawan Asing : Rp 81.000
3. Angkutan Wisata Ontang-Anting (PP): Rp 20.000
Harga Parkir Kawah Putih Ciwidey:

1. Parkir Roda 2: Rp 6.000
2. Parkir Roda 4: Rp 11.000
3. Parkir Roda 6: Rp 27.000
4. Jasa penitipan helm: Rp 2.500
Jasa Pengelolaan Kendaraan (JLPK)

1. JLPK Motor (R2) : Rp 2.000
2. Mobil JLPK (R4) : Rp 4.000
3. Bus JLPK (R6) : Rp 8.000
4. Jasa penitipan helm: Rp 2.500
Harga Wahana di Kawah Putih Ciwidey:

1. Menunggang kuda: Rp 35.000 (weekdays) dan Rp 50.000 (weekends)
2. Panahan: Rp 20.000 (weekdays dan weekend)
3. Wahana Mini Playground: Rp15.000 (Weekday) dan Rp20.000 (Weekend)
4. View pier rides: Rp 10.000 (weekdays dan weekend)
5. Boardwalk: Rp 15.000 (weekdays dan weekend)
6. Jasa fotografer profesional: Rp 10.000 (weekdays) dan Rp 20.000 (weekends)
Harga foto Kawah Putih Ciwidey

1. Harga foto pernikahan: Rp 500.000
2. Harga foto: Rp 3.000.000

Berikut adalah harga tiket terbaru destinasi Kawah Putih Ciwidey Bandung Juli 2022. Semoga berhasil ya traveler!
Jangan lupa untuk memastikan para traveller memahami syarat-syarat program kunjungan ke Kawah Putih dengan cara:

1. Pengunjung yang diperbolehkan masuk adalah yang memiliki minimal 1 atau 1 vaksin Covid-19 dan diberi tag
2. Pengunjung perlu mengunduh Aplikasi Care Protect di play store, memasukkan data pribadi untuk melihat jumlah vaksin yang tercatat
3. Pengunjung berusia 12 tahun ke bawah tidak diperbolehkan masuk
4. Pengunjung wajib memakai masker medis dan non medis

Objek wisata Kawah Putih Ciwidey memiliki keindahan alam yang luar biasa. Selain itu, air danau berwarna putih kehijauan, kontras dengan batu kapur yang mengelilingi Danau Kawah Putih.

Keindahan objek wisata Kawah Putih Ciwidey memiliki sejarah yang cukup menarik. Cerita sejarahnya berkaitan dengan Bukit Patuha tempat Kawah Putih berada, dan Bukit Patuha terkenal sangat angker pada saat itu.

Legenda

Nama Patu Hassan sendiri berasal dari kata orang tua. Konon, gunung ini merupakan gunung tertua di pulau Jawa. Dan begitu saja, keagungan zamannya sampai ke mulut masyarakat sekitar.

Pada zaman dahulu, tidak ada yang berani mendekati gunung ini. Bahkan tidak sedikit burung yang berani terbang di atas kawasan ini.
Pencarian Junghuhn untuk membuka misteri ketaatan

Berita luar biasa sampai ke telinga ilmuwan tanaman kelahiran Jerman Franz Wilhelm Junghuhn. Selama ini Zhongxun tidak mempermasalahkan asal usul cerita tersebut, dan langsung melakukan penelitian terhadap Patu Hasan pada tahun 1837.

Dalam penelitiannya, Junghun pergi jauh ke dalam hutan Gunung Patuha untuk mengungkap misteri di gunung. Perjalanan Junghuhn juga terbayar dengan menemukan sesuatu di puncak gunung.

Kawasan Wisata Kawah Putih Kawasan Wisata Kawah Putih.

Junghuhn bahkan melihat pemandangan yang luar biasa, sebuah danau kawah yang indah. Kawahnya berbau belerang, yang kandungan belerangnya sangat tinggi. Inilah sebabnya mengapa burung enggan terbang di atas gunung.

Pada masa penjajahan Belanda, puncak setinggi 2.436 meter (mdpl) ini langsung dibangun oleh pabrik belerang bernama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Namun, ketika Indonesia dijajah Jepang, pabrik tersebut berganti nama menjadi Kawah Putih Kenzaka

Selain itu, ada legenda di kalangan masyarakat setempat bahwa puncak gunung yang disebut Puncak Kapuk merupakan tempat pertemuan para leluhur.

Selain itu, terdapat 7 makam leluhur yang dimulai dari nenek di puncak gunung, antara lain nenek Jaga Satru, nenek Rangsa Sadana, nenek Ngabai, nenek Barabak, nenek Baskom dan nenek Jambrong. Para leluhur kemudian dipimpin oleh nenek Jaga Satru.

Di puncak situs suci, banyak penduduk setempat percaya ada domba Lukutan. Domba Lukutan dipercaya sebagai penjelmaan nenek moyang mereka.

“Domba lukutan mungkin memang mitos menurut saya. Jadi ada kepercayaan masyarakat sekitar kalau ada yang seperti Puncak Kapuk di atas kawasan Kawah Putih. Memang di beberapa Ada waktu” saat detik Jabar bertemu Dudung , pengelola Kawah Putih.

Kesimpulan

Patung Domba Lukudan yang menjadi lambang Kawah Putih

Suatu saat, jelas Dudung, nenek moyangnya berubah menjadi domba Lukutan.

“Nah, suatu hari mereka berubah menjadi domba karena berada di kawasan hutan dan kadang-kadang tidak terlihat seperti lumut. Jadi disebut domba Lukutan, dan bahasa Sunda untuk lumut adalah Lukutan,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa pengelola saat ini telah membuat patung domba karena begitu banyak cerita publik tentang hal itu.

“Makanya kita buat patung domba disana sebagai wujud sirkulasi masyarakat, cukup kuat. Di sisi lain juga diputuskan oleh pemerintah, kita ada reruntuhan Sunan Yibu di atasnya, di situlah matahari terbit sekarang. Untuk Sunan Ibrahimovic,” katanya.

Masyarakat sekitar masih mempertahankan tradisi ruwatan tahunan hingga sekarang. Hal ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta yang maha kuasa.

“Masih banyak lagi, terutama pada malam Jumat atau hari-hari tertentu, dan biasanya mereka banyak melakukan sholat, haji,” katanya.

Dudung menambahkan, kisah sejarah dari Gunung Patuha hingga Domba Lukutan kini dijadikan wisata edukasi bagi wisatawan. Bahkan, katanya, saat ini telah dibangun patung domba sebagai simbol dari cerita-cerita tersebut.

“Pada saat yang sama, domba juga menarik, jadi kemarin banyak pertanyaan tentang mengapa ada patung domba, jadi kami akan menceritakan kisahnya, sejarahnya dan hal-hal seperti itu, jadi itu juga terkait dengan perkembangannya. simbol religi. Jadi selain menikmati keindahan alam Di luar itu, ada wisata edukasinya,” kata Dudong.

penulis berharap artikel ini mempunyai banyak manfaat untuk diri sendiri dan semua orang. jangan lupa untuk selalu mendukung situs ini, agar kami dapat meng-update segala informasi seputar

Comments are closed.